Heboh, Oknum 12 Personil Penyidik Polres Sampang Diduga Langgar Kode Etik

Heboh, Oknum 12 Personil Penyidik Polres Sampang Diduga Langgar Kode Etik
®Mitrabangsa.id @foto ilustrasi (istimewa).

Sampang, Mitrabangsa.id -Heboh, Oknum 12 Personil Penyidik Polres Sampang Diduga Melanggar Kode Etik, Kini kembali Gegerkan Publik

Lantaran, 12 Oknum personil penyidik Polres Sampang diduga telah melakukan penyitaan barang bukti berupa handphone.

Berdasarkan surat Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Sampang yang terlampir dalam surat perintah penangkapan nomor : SP.Kap/173/XII/RES.1.8/2022/Satrekrim tertanggal 14 Desember 2022 atas dugaan tindak pidana penadah (terlampir). Berkaitan dengan hal laporan tersebut dengan surat pengaduan No.426/LP/Firma/FAAM/II/ 2023.

Yang terlampir dalam surat kepolisian polres Sampang yang terbentuk pdf yang diterima media ini, 12 oknum penyidik polres Sampang bernisial, FR, ZA, WA, YT, MY, ADC, MJ, FNK, YF, MA, MY, AF.

Dengan persoalan diatas, yang dilaporkan oleh Advokat Hukum Firma Hukum Forum Aspirasi dan Advokasi. Yang bertanda tangan dibawah ini, Moh.Taufik, S.I.Kom.,S.H., M.H., Ach. Dlofirul Anam, S.HI., M.H., Yudi Purwowedi Nasution, S.H. yang mendampingi korban (klien) atas nama Alif Imam Nawawi (26), warga desa Rapalaok, Kec. Omben, Kabupaten Sampang.

Pengacara muda Moh.Taufik menjelaskan bahwa Laporan tindak pidana dan kode etik tersebut bermula saat Klien Alif Imam Nawawi merasa sulit untuk mendapatkan handphonenya ketika selesai menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus penadahan sesuai yang dimaksud dalam pasal 480 Ke 1E KUHP. pada 14 Desember 2022 lalu.

” Klien kami, hingga detik ini belum bisa mengambil handphone nya yang nilainya sekitaran Rp. 5 Juta,” Ujar Taufik Dilansir SeputarIndonesia.Net.

” Rasa kecewa yang banget mendalam kepada pihak Polisi Sampang yang dirasakan Alif lantaran dirinya tak berhasil meminta HPnya sendiri, jujur saja HP saya itu bukanlah hasil dari pembelian yang di duga hasil curian melainkan ini HP saya sendiri kok dipersulit oleh Polisi Sampang,” Urainya Taufiq menirukan keterangan Kliennya.

Mendengar pengaduan dari kliennya, saya selaku Kuasa Hukum Alif Imam Nawawi menilai ini jelas jelas ada aroma tindak pidana penggelapan dan kode etik dan saya meminta kepada Kapolres Sampang untuk segera memproses pengaduan ini,”  Tegasnya.

Taufik berharap, kepada Kapolres Sampang segera memproses pengaduan ini juga pihak Kapolda Jatim melalui Irwasda untuk melakukan audit investigasi kepada ke 12 Oknum Penyidik tersebut, artinya Marwah Polri harus diselamatkan karena saya tidak ingin reputasi Polri kembali tercoreng karena ulah oknum,” tandanya.

Baca Juga : Nama Polres Sampang Makin Tercemar, Setelah Hasil Investigasi Dibantah Juru Parkir

Baca Juga : Video Viral, Oknum Polisi Sampang dengan Warga Menghebohkan Jagat Maya, Lawyer Firm Angga Kurniawan Angkat Bicara

Demi menyandang informasi keterbukaan kepada publik tim Mitrabangsa.id berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasi Humas Polres Sampang melalui Telpon WhatsApp, IPDA Sujianto menyampaikan dengan adanya laporan tersebut pihaknya tidak mengetahui dalam pengaduan surat laporan itu.

” Saya tidak menerima laporan itu dari siapa siapa, saya pun baru tau mendapatkan laporan tersebut dari orang lain melalui chat WhatsApp kepada saya, ” Ucap Sujianto melalui via telpon WhatsApp kepada media ini, pada sabtu, (11/2/2023).

Katanya secara bentuk fisik dirinya tidak mengetahui hanya mengetahui secara chat yang di terima.

” Saya sudah memberitahukan kepada pihak Satreskrim saat ini sedang dipelajari dan masih mendalami siapa yang dimaksudkan dari 12 oknum penyidik yang disebutkan, ” Pungkasnya.

banner 728x250