Oknum Polisi Diduga Aniaya Kuli Bangunan, Praktisi Hukum Minta Propam Polres Sampang Segera di Gelar

Oknum Polisi Diduga Aniaya Kuli Bangunan, Praktisi Hukum Minta Propam Polres Sampang Segera di Gelar
©mitrabangsa @ilustrasi penganiayaan.

SAMPANG, MITRABANGSA.ID – Praktisi hukum mendesak propam Polres Sampang mengusut pelanggaran Kode Etik (Etik) terhadap Bripka Eko Purwanto (EP), diduga melakukan penganiyaan terhadap seorang kuli bangunan. Namun saat ini proses sidang etik terhadap anggota Intelkam tersebut tak kunjung digelar.

Diketahui, Eko Purwanto diduga menganiaya kuli bangunan bernama Rosidi (33), warga Banjar Talelah, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur.

Peristiwa penganiyaan tersebut terjadi pada tanggal 03 Maret 2023. Korban dianiaya karena dituduh menggoda istri Bripka Eko Purwanto yang mengendarai sepeda motor saat melintas di area proyek tempat korban bekerja.

Selain melakukan penganiayaan, Bripka Eko Purwanto juga diketahui sempat mengeluarkan senjata api (senpi) untuk mengancam korban.

Barry D.P seorang praktisi hukum di Sampang, dirinya menilai kinerja Propam Polres Sampang dalam mengusut dugaan pelanggaran kode etik Bripka EP terkesan lamban. Sebab, hingga kini proses hukum masih berkutat di tahap penyelidikan.

” Sudah tiga bulan proses hukum kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Bripka EP jalan ditempat,” kata Barry, Senin (17/7).

Baca Juga : Usai Terpilih Jadi Ketua, Andika Meigista Komitmen Majukan OK OCE Syam Sumenep

Baca Juga : IWO Gelar Forum Rembug “Kami Ada Untuk Bersatu Dalam Ikatan”

Pihaknya mendesak Propam Polres Sampang untuk segera menuntaskan penanganan etik terhadap Bripka Eko Purwanto. Penanganan kasus tersebut juga harus dilakukan secara tegas, profesional, dan keterbukaan. Sebab jika tidak, berpotensi pada pembentukan opini publik yang bersifat negatif terhadap polri.

” Publik butuh akuntabilitas dan keterbukaan dalam proses sidang etik kepolisian sebagai bentuk komitmen transformasi menuju polri yang presisi,” tutur Barry.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Sampang Iptu M. Slamet Efendi, menjelaskan bahwa hingga saat ini penanganan etik terhadap Bripka EP belum digelar.

” Masih proses di Si Propam sampai ada putusan,” terang Slamet.

Ditanya berapa lama putusan dari Si Propam akan keluar. Slamet enggan memberikan jawaban.

banner 728x250