Sejarah Ke’ Lesab dan Jejak Peninggalannya

PicsArt 09 23 04.11.26 e1632390055116
Foto: Somor Tanto/ Sumur bekas peninggalan Ke' Lesab

Bangkalan, MITRABANGSA.ID-

Sejenak kita flash back pada Sosok Ke’ Lesab juga Tanda Serap & Tanda Anggrek yang sama – sama pernah mendiami Dusun Banangkah, Desa Banangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kamis, 23/09/2021.

Hidrochin Sabarudin sebagai tim telusur sejarah dan Budaya Bangkalan yang ditemui oleh wartawan mitrabangsa.id menceritakan tentang jejak – jejak kemasyhuran Istana Megah Tonjung Sekar Kedhaton yang menjadi pusat pemerintahan Raden Undakan Pangeran Tjakraningrat II Panembahan Sidhingkamal 1648-1707 M .

IMG 20210923 161724
Foto: Batu Bekas Jejak Kuda dan Cakar Ayam Ke’ Lesab

Dimasa kekuasaan Hegemoni Jawa, Sultan Agung Hanyakrakusuma beralih kepada putranya Amangkurat I dan Amangkurat II setelah Sosok R. Nila Prawata Pangeran Trunojoyo Panembahan Maduretno sempat menggegerkan Bumi Tanah Jawa.

Baca Juga :Bangun Komunikasi Efektif  Satu Visi dan Misi, NAAT Madura Adakan Silaturrahmi 

“Jejak Peninggalan Kè’ Lesab ternyata banyak sekali di wilayah yang disebut Dusun Banangkah Desa Banangkah Kec. Burneh ini,” tutur pemerhati sejarah dan budaya Bangkalan Hidrochin sabaruddin.

IMG 20210923 161734
Foto: Buah Banangkah yang bentuknya menyerupai buah Nangka

Hidrochin sabaruddin menambahkan bahwa di desa Bangkalan itu terdapat bekas peninggalan Ke’ Lesab berupa Somor Tanto Bina’at disebelahnya terdapat beberapa Artefacts batu bekas jejak kuda dan cakar ayam serta cekungan bekas senjata pedang Ke’ Lesab dan dari tempat lokasi tersebut kira kira setengah kilo kearah selatan juga terdapat peninggalan Ke’ Lesab.

Baca Juga : Polres Sumenep Kucurkan Dana Untuk PKL Nestapa Covid-19

“Masyarakat sekitar menyebutnya Somor Tanto dengan keunikan tersendiri pada pepohonan yang rindang dan menjulang tinggi dengan buahnya sedikit aneh yang mempunyai nama latinnya : Cola, Cola Nitida, Cocain dan Cola,”

“Dahulu coca cola dibuat dari bahan itu, sekarang dari caramel. bijinya itu mengandung kafein jadi seperti kopi, biasanya dikunyah, seperti orang #Amènah,Bahasa Madura / nyirih,” pungkasnya.

 

Respon (3)

  1. Kek kesan lahir di Gegger Kec Arosbaya putra selir Raja Bangkalan bukan di Banangkah Kec.Burnih.ceritanya begini Raja Bangkalan itu punya istri/selir melahirkan putra bernama Kek lesab tetapi tidak diakui oleh Ayah yang menjadi Raja Madura barat .Setelahdewasa yang putra tadi tanya kepada ibunya dg jawaban ibu Ayah kamu itu raja Madura barat.Akhirnya setelah anak tidak diakui sama ibunya disuruh perangi.setelah anak tadi pergi ke Raja Madura barat terjadi perkelahian ternyata anak yang bernama lesab itu kalah maka Raja itu mengatakan Bagkah lahan.makanya Madura barat sejak itu diberi nama BANKA LAN.ahirnya yang namanya Kek Lesab kembali pulang ke Gunung Gegger bertapa sampai sekarang tinggal namanya

Tinggalkan Balasan