Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Dikemas Sholawat Bersama Majlis Riyadlul Jannah Madura

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Dikemas Sholawat Bersama Majlis Riyadlul Jannah Madura

Pamekasan, Mitrabangsa.id – Ratusan Masyarakat Pamekasan berbondong- bondong menghadiri acara Pamekasan bersholawat dan bermunajat bersama Majlis Riyadlul Jannah Madura.

Sebagaimana Diketahui, rangkaian acara sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Bea Cukai yang dikemas melalui bersholawat dan bermunajat berlangsung di halaman kantor Bupati Pamekasan Rabu, (22/11/2023) malam.

Turut hadir dalam acara tersebut, Habib Sholeh Muhammad Al Faqir dari Yaman, Forkopimda, OPD, Forkopimda, Sekda, BEA Cukai dan SatPol PP Pamekasan, selaku penyelenggara kegiatan tersebut dan BEA Cukai Madura.

Plt Bupati Pamekasan Masrukin dalam sambutanya menyampaikan, harapan dan do’a semoga Kabupaten Pamekasan kedepannya aman, kondusif, tentram, dan damai, dengan pendekatan spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT serta syafaat Rasulullah SAW.

“ Ikhtiar kinerja kita harus maksimal agar masyarakat pamekasan lebih patuh terhadap undang-undang melalui doa atau pendekatan spiritual juga harus lebih dimaksimalkan supaya pamekasan lebih cerah, ” Kata Masrukin dalam sambutannya.

Oleh sebab itu, tujuan di adakan Pamekasan bersholawat dan bermunajat agar kedepannya masyarakat bisa bersama-sama membangun pamekasan yang lebih maju, kreatif dan inovatif, sehingga pamekasan lebih berwibawa dan lebih menyejukkan terhadap masyarakat Pamekasan.

Baca Juga : Diskominfo Sumenep Raih Penghargaan SiKapal dari Kemenpan RB RI

Baca Juga : Sukses Atasi Pengendalian PMK, DKPP Sumenep Sabet Tiga Penghargaan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur

Selain itu, Bea Cukai sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Bea Cukai dalam sambutannya, bagaimana masyarakat pamekasan patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang berkaitan dengan rokok ilegal, penjualan rokok ilegal dan pemakaian rokok ilegal.

Sebagaimana yang diatur, undang-undang Pemerintah di bidang Bea cukai dalam Pasal 55 huruf (b) UU No 39 Tahun 2007. Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun, serta pidana denda paling sedikit 10x nilai cukai, paling banyak 20x nilai cukai yang seharusnya dibayar. Pasal 55 huruf (c) UU No 39 Tahun 2007.

Ia berharap kepada masyarakat Pamekasan agar ke depan semua patuh dan taat dalam pembuatan pabrik rokok ilegal.

“Semoga ke depan Pamekasan bisa membuat pabrik rokok yang legal bukan rokok yang ilegal. Sehingga dalam pembuatan dan penjualan aman, pamekasan bersih dari barang-barang yang dilarang oleh Pemerintah dan tidak ada lagi rokok ilegal semuanya bisa menjadi legal,”tutupnya.

banner 728x250