Terima Vaksin 17.000 Dosis, DKPP Kabupaten Sumenep Tancap Gas Lakukan Percepatan Penurunan Kasus PMK

Terima Vaksin 17.000 Dosis, DKPP Kabupaten Sumenep Tancap Gas Lakukan Percepatan Penurunan Kasus PMK

SUMENEP, MITRABANGSA.ID,- Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertenakan (DKPP) terus menerus melakukan upaya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pemkab Sumenep melalui DKPP Kabupaten Sumenep tersebut menerima total vaksin 17.000 Dosis berupaya melakukan percepatan penurunan pemutusan rantai penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, Kami memang menjadwalkan mengunjungi peternak hewan di beberapa kecamatan-kecamatan dalam upaya memberikan penyuluhan untuk mencegah penularan wabah PMK pada ternak di Kabupaten Sumenep.

Terima Vaksin 17.000 Dosis, DKPP Kabupaten Sumenep Tancap Gas Lakukan Percepatan Penurunan Kasus PMK

” vaksin pertama yang diterima oleh DKPP Kabupaten Sumenep, sebanyak 3.000 dosis, vaksin kedua 2.000 dosis dan vaksin ketiga diterima pada tanggal 20 Juli sebanyak 12.000 dosis yang akan dilaksanakan 23 Kecamatan,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan untuk vaksin pertenak sapi di Kabupaten Sumenep, selain komunikasi, edukasi dan informasi, juga pengecekan kesehatan hewan sapi, penyemprotan disinfektan di kandang, sekaligus memberikan bantuan cairan penyemprotan disinfektan kepada peternak.

“ Jadi hewan ternak di sumenep kami meminta peternak tetap menjaga kesehatan ternaknya jangan sampai terjangkit kenaikan kasus PMK,” ucap Kadis DKPP yang dikenal sebagai pemerhati sosial pada media mitrabangsa.id melalui pesan WhatsApp Jum’at (22/7/2022).

Perlu diketahui, bersama tim Paramedik, TNI dan Polisi serta tim lain di berbagai Kecamatan.
mengungkapkan pihaknya dalam upaya mitigasi penyebaran PMK pada hewan ternak, bersinergi dan berkoordinasi dengan DKPP untuk penanganan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Baca Juga : Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 Tahun 2022, Kejaksaan Negeri Sampang Gelar Upacara

Baca Juga : Wakil Bupati Fattah Jasin Sambut Kedatangan Mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Surabaya

Ia melanjutkan, bahwa saat ini di Kabupaten Sumenep allhamdulilah sudah mengalami penurunan kasus Penyakit Mulut dan kuku dengan kondisi ternak yang sembuh total 3.599 ekor, dan yang sakit sekitar sebanyak 2,159 ekor, dan hasil laporan pertenak sapi ada 8 ekor yang mati

“ Kita wajib bersinergi bersama para pertenak sapi di Kabupaten Sumenep dalam upaya memutus mata rantai penyakit PMK ini, yang mana kegiatan aktivitas kembali normal dan ekonomi masyarakat kembali semula,” tuturnya.

“ Kami bersama Pemerintah Daerah siap untuk melakukan pengecekan ke lapangan, baik itu pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan